Girly Tumblr Themes

Nadia~ry


Tadi pagi ada seorang datang ke rumah, menawarkan kompor elektrik, saya tanya ini itu, ternyata dia seorang Engineer, seorang Insinyur elektronika dari sebuah Universitas negeri ternama. Beberapa minggu lalu juga disebuah mall ada seorang dokter yang memasarkan peralatan kesehatan baru dengan memeriksa darah dan membagikan brosur. 

Saya lihat di televisi, pelawak-pelawak yang beradegan konyol, blo’on dan cuwakwa’an, gebuk-gebukan gabus naik mobil yang harganya diatas 600 juta. Bandrol harga atas profesinya milyaran rupiah.

Saya heran dengan masyarakat kita yang sekarang, orang yang tekun belajar dan benar-benar menggunakan otaknya dihargai hanya 500 ribu sampai dengan 2 juta perak saja, tapi orang yang berani konyol bisa berharga milyaran. Bagi saya ini sudah tak lucu lagi, masyarakat kita sedang sakit, ketika ketekunan, kejujuran dan kecerdasan sudah tak dihargai maka ada yang tak beres di dalam masyarakat ini. 

Tak heran yang muncul di televisi adalah Intelektual kelas rendahan, politisi bermulut comberan dan gagasan hiburan yang super konyol tak mencerdaskan. Dahulu kita masih menikmati lawakan-lawakan cerdas Warkop DKI liwat radio-radio, mampu menerjemahkan folklore menjadi sebuah kelucuan yang dimengerti banyak orang, ada Bing Slamet ada Kang Ibing, tapi sekarang lawakan kita hanya gebuk-gebukan gabus dan mengata-ngatai fisik orang. Rupanya revolusi tidak harus dimulai dari penggulingan pemerintahan SBY, tapi revolusi itu harus dimulai dari penghancuran sistem masyarakat kita yang sekarang lewat revolusi budaya. 

ANTON DH NUGRAHANTO

(via shabiraaaa)


Tadi pagi ada seorang datang ke rumah, menawarkan kompor elektrik, saya tanya ini itu, ternyata dia seorang Engineer, seorang Insinyur elektronika dari sebuah Universitas negeri ternama. Beberapa minggu lalu juga disebuah mall ada seorang dokter yang memasarkan peralatan kesehatan baru dengan memeriksa darah dan membagikan brosur. 

Saya lihat di televisi, pelawak-pelawak yang beradegan konyol, blo’on dan cuwakwa’an, gebuk-gebukan gabus naik mobil yang harganya diatas 600 juta. Bandrol harga atas profesinya milyaran rupiah.

Saya heran dengan masyarakat kita yang sekarang, orang yang tekun belajar dan benar-benar menggunakan otaknya dihargai hanya 500 ribu sampai dengan 2 juta perak saja, tapi orang yang berani konyol bisa berharga milyaran. Bagi saya ini sudah tak lucu lagi, masyarakat kita sedang sakit, ketika ketekunan, kejujuran dan kecerdasan sudah tak dihargai maka ada yang tak beres di dalam masyarakat ini. 

Tak heran yang muncul di televisi adalah Intelektual kelas rendahan, politisi bermulut comberan dan gagasan hiburan yang super konyol tak mencerdaskan. Dahulu kita masih menikmati lawakan-lawakan cerdas Warkop DKI liwat radio-radio, mampu menerjemahkan folklore menjadi sebuah kelucuan yang dimengerti banyak orang, ada Bing Slamet ada Kang Ibing, tapi sekarang lawakan kita hanya gebuk-gebukan gabus dan mengata-ngatai fisik orang. Rupanya revolusi tidak harus dimulai dari penggulingan pemerintahan SBY, tapi revolusi itu harus dimulai dari penghancuran sistem masyarakat kita yang sekarang lewat revolusi budaya. 

ANTON DH NUGRAHANTO

(via shabiraaaa)


(Source: anggiandharapuu)


(Source: anggiandharapuu)


#art #acrylic #love #freak (Taken with instagram)

#art #acrylic #love #freak (Taken with instagram)

(Source: cantyoutellbythelookofmyfist)


(Source: paulineruiz123.tumblr.com , via paulineruiz123)


  • CILLA : afiiiiika
  • AFIKA : iyaaa
  • CILLA : ada oreo ice cream rasa orange loh
  • AFIKA : HAH.....JERUK????
  • CILLA : Budek lo ye....ORANGE!!!!
  • AFIKA : maafin akulah...
  • CILLA : apa susahnya ngomong???? orange ga bisa jeruk ga bisa
  • PAK POLISI : CILLA maafin AFIKA YA????
  • AYU TINGTING : CILLA maafin Afika ya
  • NENEK : sudah2 makan dulu sanah, ada mie sedap tai ayam special tuhh.
  • CILLA,AFIKA : Ga enak.....
  • BAPAK2 : buset dah karpet lagi dii bersiin di injek-injek
  • BAPAK2 & ANAK2 : De,gantian dong... kasihan anak saya
4 notes
Tagged as: iklan, medley, cilla, afika, fun, for, just,

"doa juga usaha juga. atja atja FIGHTING!!!!!"


natiqoh:

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi cnth bagi warga lainnya.Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”. Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.”“Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”Sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan kepanitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.Semoga di Indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia seperti ini.

natiqoh:

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi cnth bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.

”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”. 

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.

‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.”

“Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan kepanitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.

Semoga di Indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia seperti ini.

(via nurzalias)


take me to Finland

take me to Finland

(Source: aloha-nuiloa)





Following:




Likes:

See more stuff I like
next »